![]() |
| Dr. Ahmadin, S.Pd., M.Pd, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM. (Foto: Topterkini) |
Topterkini.com, MAKASSAR — Wakil Dekan Bidang Akademuk (WD I) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Ahmadin, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu dari 30 penyair Sulawesi Selatan yang karyanya terangkum dalam buku antologi puisi "Selayar Berlayar".
Buku antologi yang diterbitkan Arya Pustaka tersebut diluncurkan di Pantai Biru, Tanjung Merdeka, Makassar, Sabtu (12/9/2026). Peluncuran buku berlangsung dalam suasana yang kental dengan nuansa sastra, budaya, dan apresiasi terhadap karya para penyair Sulawesi Selatan.
Ketua Persatuan Sastrawan Indonesia Timur (Porsait) Muhammad Amir Jaya, mengatakan buku "Selayar Berlayar" menghimpun karya 30 penyair Sulsel yang menuangkan beragam pengalaman, gagasan, perasaan, serta refleksi terhadap kehidupan melalui puisi. Kehadiran antologi ini menjadi ruang bersama bagi para penyair untuk memperkenalkan karya sekaligus memperkaya khazanah sastra di Sulawesi Selatan.
Keterlibatan Dr. Ahmadin lanjutnya, menjadi perhatian tersendiri. Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan Wakil Dekan I bidang akademik FIS-H UNM, ia turut mengambil bagian dalam dunia sastra melalui karya yang dimuat dalam antologi tersebut.
Sementara itu, menurut Dr. Ahmadin yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan bagi seorang akademisi, puisi bukan sekadar ekspresi estetis. Puisi juga dapat menjadi medium untuk membaca realitas sosial, merekam pengalaman manusia, serta menangkap berbagai perubahan yang terjadi dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat.
Lebih jauh Ahmadin yang banyak menulis buku Sosiologi Ruang, mengatakan kehadiran buku Selayar Berlayar menunjukkan bahwa sastra masih memiliki ruang penting dalam kehidupan intelektual dan kebudayaan. Bahkan puisi menjadi medium yang memungkinkan pengalaman personal maupun sosial diterjemahkan ke dalam bahasa yang reflektif dan penuh makna.
Pemilihan Pantai Biru, Tanjung Merdeka, sebagai lokasi peluncuran, memberikan suasana tersendiri. Ruang terbuka dengan lanskap pantai menjadi latar yang selaras dengan karakter sastra yang dekat dengan alam, perjalanan, ingatan, dan refleksi kehidupan.
Melalui antologi Selayar Berlayar, 30 penyair Sulawesi Selatan tidak hanya menghadirkan kumpulan karya sastra, tetapi juga meninggalkan jejak dokumentasi kreativitas dan pemikiran pada zamannya.
"Karya bersama yang diterbitkan Arya Pustaka tersebut diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap sastra daerah sekaligus mendorong semakin banyak akademisi, penulis, dan masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari", kunci Amir Jaya.**
