-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Panitia Pilrek UNM Periode 2027–2031 Sosialisasi di FIS-H, Tekankan Integritas dan Etika Akademik

Jumat, September 11, 2026 | 5:53:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T14:41:52Z

 

Berurut dari kiri Dekan FIS-H Dr. H. Supriadi Torro, M.Si, ketua senat UNM Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi., ketua panitia pemilihan Rektor UNM Periode 2027–2031, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM, dan sekretaris panitia Prof. Dr. Herman, saat menggelar sosialisasi di Ruang Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM, Jumat (11/9/2026). (Foto: Topterkini.com)


Topterkini.com, MAKASSARPanitia Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Periode 2027–2031 menggelar sosialisasi tahapan dan proses pemilihan rektor di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat FIS-H UNM tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, anggota senat, dosen, serta sivitas akademika yang memiliki hak dan memenuhi persyaratan dalam proses pemilihan rektor.


Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada sivitas akademika mengenai mekanisme, tahapan, serta prinsip-prinsip yang harus dijaga dalam pelaksanaan Pemilihan Rektor UNM.


Dekan FIS-H UNM dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi Pemilihan Rektor merupakan momentum yang telah lama dinantikan oleh sivitas akademika.


Menurutnya, proses pemilihan rektor bukan sekadar memilih seseorang untuk menduduki sebuah jabatan, tetapi menentukan sosok pemimpin yang akan membawa UNM menghadapi tantangan dan perkembangan ke depan.


"Ini bukan sekadar memilih orang, tetapi memilih pemimpin untuk kemajuan UNM ke depan," ujarnya.


Ia juga mengingatkan seluruh sivitas akademika agar menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika demokrasi akademik yang harus disikapi secara dewasa.


Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk menghindari tindakan saling menjelek-jelekkan satu sama lain.


"Jangan sampai karena perbedaan pilihan kita saling menjelek-jelekkan. Kita berharap tetap kompak. Mari kita semua berpartisipasi dalam proses ini," katanya.


Panitia Ajak Sivitas Kawal Proses Pemilihan


Sementara itu, Ketua Senat UNM Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa kehadiran panitia tidak hanya bertujuan untuk melakukan sosialisasi, tetapi juga membangun silaturahmi sekaligus mengawal proses Pemilihan Rektor UNM agar berjalan sesuai ketentuan.


Ia mengajak dosen dan sivitas akademika yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan.


"Tujuan kami hadir selain silaturahmi, juga bermaksud untuk mengawal proses ini," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap aspirasi, masukan, kritik, maupun saran dari sivitas akademika. Aspirasi dapat disampaikan dalam forum sosialisasi maupun melalui ruang komunikasi yang disediakan panitia.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Statuta UNM, sebagai salah satu pijakan dalam menjalankan proses pemilihan.


Menurutnya, pengalaman sejumlah perguruan tinggi yang mengalami persoalan dalam pemilihan rektor harus menjadi pembelajaran. Prosedur dan aturan, katanya, tidak boleh diabaikan karena dapat berimplikasi terhadap legitimasi hasil pemilihan.


"Kita bukan politisi, tetapi akademisi. Boleh berbeda pilihan, tetapi tetap satu tujuan untuk kemajuan UNM. Mari menjaga rumah kita bersama," tegasnya.


Panitia Tegaskan Komitmen Integritas


Ketua panitia pemilihan Rektor UNM 2026, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM. mengatakan bahwa proses pemilihan rektor merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar UNM.


Ia memastikan panitia akan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas dan berupaya menjaga seluruh tahapan pemilihan agar berlangsung sesuai ketentuan.


"Pemilihan rektor adalah hal terbaik untuk kita. Kami panitia akan senantiasa menjaga integritas," ujarnya.


Panitia, lanjutnya, juga membuka ruang bagi kritik dan saran dari seluruh sivitas akademika sebagai bagian dari upaya memperbaiki dan menyempurnakan proses pemilihan.


"Kami senantiasa menerima kritik dan saran untuk perbaikan proses ini. Mudah-mudahan sosialisasi ini bisa memberi makna untuk kita semua," katanya.


Empat Tahapan Pemilihan


Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor UNM Prof. Dr. Herman, memperkenalkan jajaran panitia yang bertugas dalam proses pemilihan rektor. Sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai panitia yang akan menjalankan berbagai tahapan Pemilihan Rektor UNM 2026.


Dalam sosialisasi tersebut, panitia juga memaparkan rangkaian tahapan Pemilihan Rektor UNM yang meliputi penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan pelantikan.


Tahap penjaringan menjadi proses awal untuk memperoleh bakal calon rektor yang memenuhi persyaratan. Selanjutnya dilakukan penyaringan untuk menentukan calon rektor sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.


Tahap berikutnya adalah pemilihan yang menjadi momentum penentuan rektor terpilih, sebelum akhirnya memasuki tahapan pelantikan.


Sosialisasi di FIS-H UNM diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada sivitas akademika mengenai mekanisme Pemilihan Rektor UNM Periode 2027–2031 sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menentukan arah kepemimpinan universitas untuk periode mendatang.


Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi akademik dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Namun, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga persatuan, etika akademik, dan kepentingan bersama demi kemajuan UNM.**

×
Berita Terbaru Update