-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

30 Penyair Sulsel Luncurkan Buku “Selayar Berlayar”, Angkat Suara Maritim dari Pantai Biru Makassar

Sabtu, September 12, 2026 | 9:04:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T14:30:13Z

 

Muhammad Amir Jaya (pertama dari kiri) bersama para penyair pada kegiatan launching buku antologi puisi "Selayar Berlayar", di Pantai Biru, Tanjung Merdeka, Makassar, Sabtu (13/9/2026). (Foto: Istimewa/ Group WA DPP IPMI)


Topterkini.com, MAKASSAR — Peluncuran antologi puisi “Selayar Berlayar” menjadi ajang pertemuan para penyair Sulawesi Selatan dalam merayakan literasi dan kekayaan sastra daerah. Buku bertema maritim tersebut diperkenalkan kepada publik dalam kegiatan yang berlangsung di Pantai Biru, Tanjung Merdeka, Makassar, Sabtu (12/9/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) bekerja sama dengan Forum Sastra Indonesia Timur (Fosait) tersebut, dihadiri sejumlah sastrawan, akademisi, serta pegiat sastra dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.


Presiden Fosait, Muhammad Amir Jaya, mengapresiasi terbitnya buku “Selayar Berlayar” tersebut. Menurutnya, karya itu menjadi salah satu pertanda berkembangnya ekosistem sastra di Sulsel, khususnya karya yang mengangkat isu kelautan, tema kepulauan, dan identitas sisial-budaya masyarakat maritim.


“Buku Selayar Berlayar bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan juga representasi suara para penyair Sulsel yang ingin menegaskan posisi sastra di tengah dinamika sosial dan budaya,” ujar Amir Jaya.


Mengangkat Identitas Maritim Sulsel


Buku “Selayar Berlayar” mengusung tema maritim melalui perspektif 30 penyair dengan latar belakang yang beragam.


Ragam judul puisi dalam buku tersebut memoret ikhwal kehidupan masyarakat di ruang pesisir dan kondisi ruang ekologis kepulauan, khususnya yang berkaitan dengan Kepulauan Selayar dan kawasan sekitarnya.


Tema tersebut dinilai relevan dengan karakter geografis provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah pesisir dan tradisi bahari yang kuat.


Melalui puisi, para penulis membayangkan laut bukan hanya sebagai bentang alam, tetapi dilukiskan sebagai ruang kehidupan, pusat kebudayaan, identitas, serta pengalaman sosial masyarakat pesisir.


Para penyair yang terlibat memiliki kesamaan visi untuk menghadirkan narasi kelautan melalui bahasa puitis yang komunikatif sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai kalangan.


Sastra Dibawa Lebih Dekat kepada Masyarakat


Pemilihan Pantai Biru sebagai lokasi peluncuran juga memiliki makna tersendiri. Ruang terbuka yang berdekatan dengan alam dan aktivitas pesisir tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan sastra kepada masyarakat.


Peluncuran buku di ruang publik sekaligus menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hidup di ruang-ruang akademik atau gedung pertunjukan, tetapi dapat hadir dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial masyarakat.


Suasana ruang pesisir diharapkan turut membuka inspirasi bagi lahirnya karya-karya sastra yang lebih banyak mengangkat tema maritim, lingkungan pesisir, masyarakat kepulauan, dan warisan budaya bahari.


Berisi 45 Puisi dari 30 Penyair


Buku “Selayar Berlayar” diterbitkan oleh Arya Pustaka. Buku setebal 99 halaman tersebut; memuat 45 puisi karya 30 penyair.


Para penulis yang berkontribusi dalam antologi tersebut adalah Mahrus Andis, Asia Ramli Prapanca, Yudhistira Sukatanya, Rusdin Tompo, M. Amir Jaya, Suradi Yasil, Andi Ruhban, Syahriar Tato, Syahril Patakaki, Tofan Arief Wibowo, Syafruddin Muhtamar, Syarif Liwang, Dg. Mangeppe, Bukamaruddin, Damar I Manakku, Kembong Daeng, Sitti Dahlia Azis, Muliati Mastura Yusuf, Andi Marliah, Efa Patmawati Halik, Kasmawati Yakub, Andi Risnawati, Mira Pasolong, Ashari, Ahmadi Haruna, Akbar Silo, Nurlaeli Ramadhani, Sri Asfirawati Halik, M. Ghufrah H. Kordi K, dan Ahmadin.


Amir Jaya berharap antologi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya khazanah sastra Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat narasi tentang laut, kepulauan, dan identitas masyarakat maritim melalui karya sastra.***

×
Berita Terbaru Update