-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mayor Khaedir Makkasau Tanamkan Semangat Bermimpi dan Berliterasi kepada Siswa SDN Borong

Rabu, September 23, 2026 | 10:17:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T14:19:36Z

 

Foto bersama setelah kegiatan Rabu Literasi untuk mendukung program inovasi Gembira di SD Negeri Borong, Makassar. (Foto: Istimewa)


Topterkini.com, MAKASSAR — Suasana Perpustakaan Gerbang Ilmu UPT SPF SD Negeri Borong, Makassar, tampak berbeda pada Rabu (23/9/2026) pagi. Puluhan murid kelas 6 mengikuti sesi berbagi inspirasi bersama Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau, Danramil 1422-01/Lau Kodim 1422/Maros.


Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–08.30 Wita itu menjadi bagian dari rangkaian Bulan Kegemaran Membaca Nasional dan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari program Rabu Literasi, salah satu kegiatan dalam inovasi GEMBIRA (Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya Kreasi) SD Negeri Borong.


Khaedir Makkasau tidak hadir sekadar untuk berbicara tentang buku dan membaca. Ia membawa pengalaman gerakan literasi yang selama ini digelutinya untuk memberikan motivasi kepada para murid agar berani memiliki cita-cita dan membangun kebiasaan belajar sejak dini.


Dengan gaya penyampaian yang ringan dan disertai contoh pengalaman nyata, Khaedir mengajak siswa memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang membutuhkan keberanian bermimpi, kemauan berusaha, doa, serta ketekunan.


“Bermimpi, berusaha, berdoa, berhasil. Itu kata kunci yang mesti jadi pedoman,” pesannya.


Penggagas Balla Baca Rakyat di Kabupaten Maros tersebut juga mengajak siswa membedakan antara cita-cita dan keinginan. Menurut dia, cita-cita perlu diarahkan pada sesuatu yang dapat mendorong seseorang menjadi pribadi yang profesional, tangguh, berilmu, dan bermanfaat bagi orang lain.


Sementara keinginan, kata Khaedir, dapat diarahkan pada harapan-harapan positif, seperti kesehatan, keluarga yang selalu berada dalam lindungan dan keberkahan, serta masa depan anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, dan sukses.


Dalam kesempatan itu, Khaedir juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan semata-mata mengejar nilai akademik. Pendidikan harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemauan untuk terus belajar.


Ia merangkum sejumlah nilai yang perlu ditanamkan sejak dini, yakni pendidikan, inovasi, kolaborasi, prestasi, dan lingkungan.


Pesan literasi tersebut kemudian diperkaya dengan nilai religius. Khaedir mengingatkan para murid agar selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap niat, langkah, dan usaha.


Ia mengutip QS. Thaha ayat 114:


«“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”»


Menurut Khaedir, doa tersebut menjadi pengingat bahwa proses mencari ilmu merupakan perjalanan yang tidak pernah berhenti.


Selain belajar dan berusaha, ia juga menekankan pentingnya doa serta restu orang tua. Dukungan keluarga, menurutnya, merupakan bagian penting dalam perjalanan anak untuk meraih masa depan.


Tak hanya kepada siswa, Khaedir juga memberikan perhatian pada peran guru. Ia menyampaikan pesan singkat yang sarat makna: “Guru menginspirasi masa depan.”


Pesan itu menegaskan posisi guru bukan hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai sosok yang dapat menumbuhkan keberanian, motivasi, dan harapan pada diri peserta didik.


Kegiatan dipandu Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Elyda Alawiah. Hadir pula Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Bunda Pustaka, Annisyah Arsyad.


Andi Etty Cahyani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Khaedir Makkasau terhadap pengembangan literasi di sekolah.


“Semoga kehadiran Bapak bukan saja bermanfaat bagi pengembangan literasi di sekolah, tetapi juga memberi inspirasi bagi anak-anak,” ujarnya.


Bagi SD Negeri Borong, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran yang lebih hidup. Melalui program GEMBIRA, aktivitas literasi tidak berhenti pada membaca buku, tetapi diperluas melalui kegiatan bercerita, menulis, hingga kriya kreasi.


Kehadiran tokoh dari luar lingkungan sekolah dalam program Rabu Literasi juga memperluas pengalaman belajar siswa. Perpustakaan menjadi ruang perjumpaan antara murid dengan pengetahuan, pengalaman, inspirasi, dan nilai-nilai kehidupan.


Di penghujung kegiatan, Khaedir kembali mengajak para murid untuk tidak takut bermimpi dan tidak mudah menyerah. Ia mengajak mereka berdoa agar diberikan kemampuan menjadi manusia yang bermanfaat serta dimudahkan dalam mencapai cita-cita yang diridai Allah SWT.


Semangat tersebut menjadi pesan utama dari kegiatan pagi itu: membaca membuka pengetahuan, belajar membangun kemampuan, dan keberanian bermimpi memberi arah bagi masa depan. (rt/ril)

×
Berita Terbaru Update