-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perkuat Literasi Kesehatan Siswa, Puskesmas Batua dan SD Inpres Tello Baru 2 Jalin Kerja Sama

Jumat, Oktober 16, 2026 | 3:34:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-16T07:34:40Z

 

Penanadatangan MoU oleh Sahrina, S.Pd. SD., M.Pd., Kepala UPT SPF SD Inpres Tello Baru 2 dengan dr. Rudianto Joto, M.Kes, CHSE, Kepala UPTD Puskesmas Batua, untuk penguatan inovasi dan literasi kesehatan, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Istimewa


MAKASSAR — Upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat dan ramah anak terus diperkuat melalui kolaborasi antara satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas Batua bersama SD Inpres Tello Baru 2 resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat inovasi dan literasi kesehatan sekolah, Jumat (16/10/2026).


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Kepala UPT SPF SD Inpres Tello Baru 2, Sahrina, S.Pd. SD., M.Pd., dan Kepala UPTD Puskesmas Batua, dr. Rudianto Joto, M.Kes., CHSE.


Penandatanganan kesepakatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sebagai langkah edukasi dan pencegahan di tengah kondisi kualitas udara Kota Makassar yang belakangan menjadi perhatian.


Kepala UPT SPF SD Inpres Tello Baru 2, Sahrina, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun komitmen dan sinergi antara sekolah dan Puskesmas Batua dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan.


Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga mendorong tumbuhnya partisipasi, kreativitas, dan kepedulian peserta didik serta tenaga pendidik terhadap berbagai inovasi kesehatan sekolah.


“Kerja sama ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan permasalahan kesehatan di lingkungan sekolah sekaligus mendukung terwujudnya SD Inpres Tello Baru 2 sebagai Sekolah Ramah Anak,” demikian inti dari tujuan yang disampaikan Sahrina.


Ia menambahkan, penguatan program kesehatan sekolah juga menjadi bagian dari implementasi visi dan misi sekolah yang berlandaskan prinsip pemenuhan hak anak. Prinsip tersebut mencakup partisipasi, nondiskriminasi, dukungan terhadap tumbuh kembang anak, serta pengutamaan kepentingan terbaik bagi anak.


Integrasikan UKS, Dokter Kecil, dan Literasi Kesehatan


Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak menyepakati pengembangan kegiatan literasi, konsultasi, dan asistensi yang berkaitan dengan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Dokter Kecil (Dokcil), serta penyuluhan kesehatan.


Program-program itu diharapkan dapat memperkuat kapasitas sekolah dalam memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.


Selain itu, pengembangan literasi kesehatan akan diintegrasikan dengan berbagai program sekolah, termasuk Sekolah Ramah Anak, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, serta penguatan pendidikan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Melalui pendekatan tersebut, kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi materi penyuluhan sesaat, tetapi juga berkembang menjadi kebiasaan dan budaya yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.


Edukasi ISPA untuk Tingkatkan Kewaspadaan Siswa


Dalam sesi sosialisasi, dr. Rudianto Joto menjelaskan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, seperti hidung dan tenggorokan, serta dapat melibatkan paru-paru.


Gejala yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, dan gangguan atau ketidaknyamanan saat bernapas. Karena itu, pengenalan gejala sejak dini dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.


Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan, mengenali gejala penyakit, serta membiasakan diri menerapkan perilaku sehat di sekolah maupun di rumah.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, pendidik, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan mendukung kesehatan.


Melalui penandatanganan MoU dan sosialisasi kesehatan tersebut, Puskesmas Batua dan SD Inpres Tello Baru 2 diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi berkelanjutan sehingga literasi kesehatan menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Makassar. (*)

×
Berita Terbaru Update