-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pintu Literasi Indonesia dan Duta Baca Tompobulu Berbagi Kasih di SLB

Kamis, September 03, 2026 | 9:07:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-03T13:07:19Z

 

Komunitas Literasi Pintu Literasi Indonesia bersama Duta Baca Kecamatan Tompobulu melaksanakan kegiatan rutin sedekah duafa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nur Rahma Malakaji. (Dok. Topterkini.com/Handover)


GOWA — Komunitas Literasi Pintu Literasi Indonesia bersama Duta Baca Kecamatan Tompobulu melaksanakan kegiatan rutin sedekah duafa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nur Rahma Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial yang secara konsisten dilakukan Pintu Literasi Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.


Kedatangan pengurus komunitas bersama para Duta Baca Kecamatan Tompobulu disambut hangat oleh kepala sekolah, para guru, serta peserta didik SLB Nur Rahma Malakaji.


Kepala SLB Nur Rahma Malakaji, Rahmawati, S.S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pintu Literasi Indonesia atas perhatian yang diberikan kepada para siswa.


"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Komunitas Pintu Literasi Indonesia yang berada di Kecamatan Tompobulu, Desa Tanete, atas perhatian dan apresiasinya kepada siswa dan siswi SLB Nur Rahma Malakaji," ujar Rahmawati.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan membuka ruang bagi para siswa SLB untuk berinteraksi serta memperoleh pengalaman baru.


"Besar harapan kami keluarga besar SLB Nur Rahma Malakaji agar ke depannya siswa dan siswi kami bisa berkunjung ke Perpustakaan Literasi Kecamatan Tompobulu untuk berbagi ilmu dan pengalaman," katanya.


Rahmawati juga berharap adanya dukungan lebih luas terhadap anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat mengembangkan keterampilan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya sebagai bekal untuk masa depan dan kehidupan bermasyarakat.


Sementara itu, Duta Baca Kecamatan Tompobulu, Natasya Putri, mengaku bersyukur dapat bertemu dan berbagi dengan para siswa SLB di kampung kelahirannya.


"Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan adik-adik. Di tengah menikmati masa libur kuliah, kami masih bisa melaksanakan kegiatan rutin di komunitas sebagai bentuk empati dan gerakan dalam mewujudkan visi dan misi kami di komunitas serta dunia pendidikan," ujar Natasya.


Hal senada disampaikan Duta Baca Kecamatan Tompobulu, Siti Hardianti, yang juga merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Menurutnya, kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan.


"Aksi dan gerakan nyata adalah literasi yang sebenarnya. Setelah kita belajar di bangku pendidikan, kita harus mengaplikasikan ilmu yang telah kita dapatkan dalam kegiatan seperti ini," jelas Hardianti.


Pendiri Komunitas Pintu Literasi Indonesia, Ramlah Rara, menegaskan bahwa gerakan sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas komunitasnya.


Ramlah Rara yang juga dikenal sebagai tokoh muda literasi Sulawesi Selatan, Duta Baca Sulawesi Selatan 2023, pendiri Daeng Berdampak dan Duta Sastra Indonesia, serta Pemuda Pelopor Desa 2025 bidang pendidikan, mengatakan bahwa aksi nyata harus dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten.


"Kami memulai gerakan ini sejak enam tahun lalu dan konsisten hingga hari ini. Kami memang komunitas literasi, tetapi gerakan sosial kami wajib tetap berjalan sebagai bentuk pengaplikasian gerakan literasi kami," ungkap Ramlah Rara.


Menurutnya, Pintu Literasi Indonesia tidak hanya menjadi wadah untuk membaca dan belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


"Komunitas Pintu Literasi Indonesia bukan hanya sekadar komunitas literasi, tetapi sebagai rumah untuk melihat dunia nyata. Apa yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya tentang literasi semata, tetapi juga gerakan sosial dari para pemuda," tuturnya.


Ia menambahkan, konsistensi dalam menjalankan kegiatan sosial menjadi bagian dari komitmen komunitas sejak awal. Selain kegiatan sosial, Pintu Literasi Indonesia juga aktif menjalankan kegiatan literasi dan rumah baca sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar di tengah masyarakat.


Kegiatan berbagi kasih di SLB Nur Rahma Malakaji tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada para peserta didik, tetapi juga memperkuat kepedulian generasi muda terhadap pendidikan inklusif dan kehidupan sosial masyarakat.**


×
Berita Terbaru Update