-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Maulid Nabi di SD Negeri Borong, Siswa Belajar Cinta Rasul dan Makna Persaudaraan

Minggu, September 13, 2026 | 4:09:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T14:13:30Z

 

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Borong merupakan penanaman nilai-nilai Islam, pendidikan karakter, dan pembelajaran agar anak-anak cinta Rasul sejak dini. (Foto: Dok. Topterkini/Handover)


Topterkini.com, MAKASSAR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, berlangsung khidmat dan edukatif, Sabtu (12/9/2026).


Mengangkat tema “Cinta Rasul: Membangun Persaudaraan dalam Bingkai Moderasi Beragama”, kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan salawat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami nilai keteladanan, persaudaraan, toleransi, serta budaya lokal.


Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah keberadaan telur Maulid yang ditancapkan pada batang pisang. Bagi siswa, tradisi tersebut diperkenalkan bukan sekadar sebagai bagian dari perayaan, tetapi juga sebagai simbol yang memiliki nilai filosofis.


Telur yang berdiri tegak dapat dimaknai sebagai simbol keteguhan dalam keyakinan kepada Allah SWT. Sementara batang pisang yang terus tumbuh dan menghasilkan buah menjadi gambaran tentang manusia yang diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain.


Sekretaris Komite SD Kompleks Borong, Mattawang, S.Pd., mengatakan nilai moderasi beragama penting dikenalkan sejak usia sekolah dasar.


Menurutnya, moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar hidup berdampingan dengan orang lain.


Ada empat indikator utama yang diperkenalkan, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya lokal.


“Anak yang belajar menghargai temannya hari ini diharapkan tumbuh menjadi orang dewasa yang mampu menghargai perbedaan,” ujarnya.


Sementara itu, Ustaz Andi Ahmad Al-Bone, S.Pd.I., dalam ceramahnya menjelaskan perbedaan istilah Maulid dan Maulud kepada para siswa.


Maulid berkaitan dengan momentum atau waktu memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedangkan maulud merujuk pada sosok yang dilahirkan.


Penjelasan tersebut disampaikan dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami siswa sekaligus memperkenalkan aspek sejarah dan budaya Islam yang berkembang di masyarakat.


Dalam kesempatan itu, siswa juga diajak memahami empat sifat utama Rasulullah SAW yang patut diteladani, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.


Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa di sekolah. Kejujuran dalam mengerjakan tugas, tanggung jawab ketika menerima amanah, keberanian menyampaikan kebaikan, serta kecerdasan dalam belajar menjadi bentuk sederhana dari upaya meneladani Rasulullah.


“Luar biasa anak-anak. Mereka bisa melafazkan salawat dengan baik,” kata Ustaz Andi Ahmad memberikan apresiasi kepada para siswa.


Perkuat Makna Persaudaraan


Tema persaudaraan juga menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid tersebut. Para siswa diperkenalkan dengan konsep ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah atau basyariyah.


Ukhuwah Islamiyah merupakan persaudaraan sesama umat Islam, ukhuwah wathaniyah adalah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa, sedangkan ukhuwah insaniyah merupakan persaudaraan sebagai sesama manusia.


Nilai tersebut menjadi bagian dari pembelajaran moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diarahkan untuk memahami bahwa perbedaan agama, suku, budaya, bahasa maupun kebiasaan bukan alasan untuk saling menjauh.


Sebaliknya, perbedaan menjadi kesempatan untuk belajar menghormati dan bekerja sama.


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan siswa. Kelas 4B membawakan lagu “Aisyah”, Farwisa dari kelas 6A membaca Al-Qur’an, dilanjutkan tilawah oleh Fahrizal dari kelas 5A.


Siswa laki-laki kelas 6A dan 6B melantunkan salawat, sementara siswa perempuan dari kedua kelas tersebut membawakan nasyid. Siswa kelas 3A juga menampilkan tari Islami “Demi Sang Nabi”.


Kegiatan dipandu Bu Nisa dan Bu Elly sebagai pembawa acara. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Rosmiaty, S.Pd.I., Kepala UPT SPF SD Negeri Borong Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas SD Kecamatan Manggala, Barliang, S.Pd.


Peringatan tersebut turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Hj. Rosmiati, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite SD Kompleks Borong Drs. H. Marzuki, Kepala SD Inpres Borong Dr. Sari Bulan, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah orang tua siswa.


Melalui peringatan Maulid, siswa tidak hanya diajak mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami bagaimana kecintaan kepada Rasul diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.


Dari salawat, seni, ceramah hingga filosofi telur Maulid, anak-anak SD Negeri Borong belajar bahwa cinta kepada Rasul juga berarti belajar menjadi pribadi yang jujur, amanah, toleran, menghargai perbedaan, dan mampu hidup dalam semangat persaudaraan.**

×
Berita Terbaru Update